oleh

Pengamat Ekonomi: Tren Penurunan Harga Cabai Berlanjut, Harga Diproyeksi Membaik Februari

-Kabar Daerah-101 Dilihat

Medan – Tren penurunan harga cabai merah di Sumatera Utara masih berlanjut pada awal pekan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Kota Medan tercatat turun dari kisaran Rp26.000 per kilogram pada Kamis pekan lalu menjadi sekitar Rp22.900 per kilogram.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan penurunan harga tidak hanya terjadi di Medan, tetapi juga di sejumlah daerah lain seperti Sibolga dan Padang Sidempuan. Namun, di beberapa kota seperti Pematang Siantar dan Gunung Sitoli, harga cabai justru terpantau mengalami kenaikan.

“Secara umum, tekanan harga cabai masih cukup kuat. Penurunan harga di awal pekan ini justru memberi sinyal bahwa tekanan harga berpeluang berlanjut dalam waktu dekat,” ujar Gunawan, Senin.

Ia menjelaskan, penurunan juga terjadi pada harga cabai rawit. Di Kota Medan, harga cabai rawit turun dari Rp65.700 per kilogram pada Kamis lalu menjadi sekitar Rp61.000 per kilogram. Penurunan paling tajam terjadi di Padang Sidempuan, dari Rp91.000 menjadi Rp59.000 per kilogram.

“Harga cabai sejauh ini belum sepenuhnya stabil. Bahkan dari hasil pemantauan langsung di lapangan, harga cabai hijau juga sudah turun hingga kisaran Rp17.000 per kilogram,” katanya.

Gunawan menambahkan, secara historis harga kebutuhan pokok di awal pekan cenderung lebih mahal dibandingkan akhir pekan. Namun kondisi saat ini justru berbeda, di mana penurunan harga terjadi sejak awal pekan. Menurutnya, hal ini dipicu oleh pasokan yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pekan keempat Januari.

Selain cabai, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami penurunan harga. Telur ayam ras di Medan tercatat turun dari Rp29.300 menjadi Rp29.100 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam, gula pasir, daging sapi, beras, dan minyak goreng masih terpantau stabil.

Khusus untuk gula pasir, Gunawan memproyeksikan pasokan akan meningkat pada akhir Januari. Ia memperkirakan terdapat potensi penurunan harga gula pasir hingga Rp700 per kilogram seiring masuknya musim produksi.

“Harapannya, harga gula bisa kembali turun menjelang Ramadan dan Idulfitri. Di sisi lain, saya menghitung ada potensi kenaikan harga cabai pada Februari mendatang,” ujarnya.

Menurut Gunawan, secara umum tidak ada sentimen besar yang berpotensi memicu gejolak harga pangan dalam waktu dekat, kecuali pada komoditas cabai. Hal ini disebabkan adanya potensi penurunan produksi, sementara sebagian pasokan cabai dari Sumut juga mengalir ke wilayah lain seperti Riau.

“Permintaan dari luar Sumut bisa memicu tekanan harga di dalam daerah, terutama jika harga cabai di luar Sumut bergerak naik. Kondisi ini membuat Sumut tetap berisiko mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

Ia menegaskan, penurunan harga cabai merah dan cabai hijau yang kini sudah berada di bawah harga keekonomian sebenarnya sangat merugikan petani. “Ini kondisi yang perlu mendapat perhatian serius agar keseimbangan antara kepentingan konsumen dan petani tetap terjaga,” pungkas Gunawan. (SK02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *