Medan – Perkembangan energi terbarukan membuka peluang baru di sektor bisnis, salah satunya melalui pemasaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pengamat Konstruksi Erikson Tobing menilai PLTS berkapasitas 5 kWp memiliki prospek yang cukup menjanjikan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap efisiensi penggunaan energi.
Hal tersebut disampaikan Erikson Tobing, yang akrab disapa Mentor Utama dalam pesan bisnis yang disampaikannya dari Kantor Pusat Medan pada Minggu (9/8/2026).
Ia menekankan bahwa peluang ekonomi dari bisnis PLTS tidak semata-mata berasal dari aktivitas penjualan, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Menurut Erikson, kebutuhan terhadap energi listrik terus berkembang. Kondisi tersebut mendorong rumah tangga maupun berbagai sektor usaha untuk mencari alternatif yang dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi pasar antara lain rumah tinggal, perkantoran, sekolah, rumah ibadah, hotel hingga sektor industri.
Dalam konteks tersebut, pemasaran PLTS dinilai memiliki prospek seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan energi terbarukan dan upaya penghematan biaya listrik.
Peluang dari Nilai Produk dan Jaringan
Erikson menjelaskan, PLTS 5 kWp merupakan produk dengan nilai transaksi yang relatif besar. Kondisi tersebut membuat peluang pendapatan bagi tenaga pemasaran dapat meningkat apabila mampu membangun volume penjualan secara konsisten.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan transaksi awal. Kepuasan pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun jaringan pemasaran.
Pelanggan yang mendapatkan layanan dan manfaat sesuai harapan berpotensi memberikan rekomendasi kepada keluarga, lingkungan sekitar maupun jaringan bisnisnya. Pola rekomendasi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan pelanggan baru.
“Kepercayaan menjadi salah satu modal penting dalam membangun jaringan dan penjualan yang berkelanjutan,” pesan Erikson.
Tidak Hanya Penjualan Panel Surya
Menurut Erikson, industri PLTS juga membuka peluang usaha turunan. Pelaku usaha dapat mengembangkan layanan konsultasi energi, audit penggunaan listrik, pemeliharaan PLTS, hingga penyediaan komponen pendukung seperti baterai dan inverter.
Selain itu, terdapat peluang untuk terlibat dalam pengembangan proyek PLTS berskala lebih besar maupun membangun kemitraan dengan kontraktor dan pengembang perumahan.
Diversifikasi layanan tersebut dinilai dapat menciptakan hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan sekaligus memperluas sumber pendapatan.
Kompetensi dan Integritas Jadi Kunci
Erikson juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi bagi tenaga pemasaran. Kemampuan komunikasi, negosiasi, presentasi, membangun relasi, kepemimpinan serta pengelolaan target menjadi sejumlah keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.
Di sisi lain, integritas dinilai tidak kalah penting. Menurutnya, pemasaran produk energi harus dilakukan secara profesional, transparan dan mengutamakan kebutuhan pelanggan.
Dalam prinsip bisnis yang disampaikannya, terdapat lima hal yang perlu menjadi perhatian, yakni memiliki visi besar, disiplin, membangun kompetensi dan integritas, memperluas jaringan, serta konsisten melakukan promosi dan edukasi pasar.
Erikson menilai peluang di sektor PLTS akan semakin terbuka seiring berkembangnya kebutuhan terhadap energi terbarukan. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami produk, memberikan edukasi yang tepat kepada calon pelanggan dan membangun kepercayaan sebagai dasar hubungan bisnis jangka panjang.
“PLTS bukan sekadar menjual panel surya, tetapi juga menawarkan solusi penghematan energi dan bagian dari upaya menuju kemandirian energi,” katanya. (SK03)





















Komentar