Medan – Pembangunan Lapangan Merdeka Medan mengalami keterlambatan dari target awal. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, John Ester Lase, mengungkapkan molornya proyek tersebut dipengaruhi sejumlah faktor teknis di lapangan.
Menurut John, keterlambatan bukan disebabkan kendala besar, melainkan faktor alam dan proses pengadaan material tertentu yang harus didatangkan dari luar negeri. “Sebetulnya tidak ada kendala signifikan. Hanya kemarin sempat terjadi banjir, lalu ada beberapa material yang harus diimpor dari China, seperti lift dan eskalator,” ujar John, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, secara umum pembangunan Lapangan Merdeka Medan telah rampung, terutama pada bagian atas yang merupakan pekerjaan proyek multiyears. Adapun pekerjaan yang masih berlangsung berada di area bawah tanah atau basement lantai dua.
“Bagian atas itu sebenarnya sudah selesai karena merupakan pekerjaan lama. Yang tersisa sekarang di area basement. Kemarin juga ada trek jogging yang sempat rusak,” katanya.
John menambahkan, trek jogging Lapangan Merdeka Medan terpaksa ditutup sementara untuk proses perbaikan. Kerusakan terjadi karena lintasan tersebut kerap digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk upacara.
“Karena sering dipakai, kadang-kadang lintasannya sobek. Jadi sekarang sedang pemeliharaan. Sementara memang kita tutup, tapi sudah kita minta agar segera dibuka kembali setelah perbaikan,” jelasnya.
Terkait target penyelesaian, John memastikan pembangunan Lapangan Merdeka Medan ditargetkan rampung paling lambat Maret 2026. “Sebenarnya kita kejar Februari, tapi paling lama Maret harus sudah selesai,” tegasnya.
Sebagai informasi, revitalisasi Lapangan Merdeka Medan telah menelan anggaran sebesar Rp497 miliar yang dialokasikan sejak 2022 hingga 2024. Pada tahun 2025, Pemerintah Kota Medan kembali menganggarkan Rp78,5 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan tersebut. (SK09/Detik.com)




















Komentar