oleh

Gapeksindo Sumut dan PT SJE Bersama Mitra Distribusikan Energi PLTS di Aceh Tamiang untuk Warga Terdampak Bencana

-Kabar Daerah-128 Dilihat

Medan – Gapeksindo Muda Sumut berkolaborasi dengan PT Solar Jaya Energy (SJE) Indonesia membangun Pembangkit Listrik Surya (PLTS) pascabencana di lokasi-lokasi terdampak bencana alam tersebut, di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Direktur Utama PT Solar Jaya Energy Indonesia, Steve Excel A Korua Tobing, mengungkapkan pihaknya bersama Gapeksindo Muda Sumut turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, untuk menyalurkan energi, agar masyarakat menikmati listrik pascabencana ini.

Excel mengungkapkan timnya sudah bergerak ke lokasi bencana tersebut, sejak Jumat 12 Desember 2025, lalu. Selain melakukan pembangunan PLTS secara mandiri itu. Pihaknya, juga menyalurkan air bersih kepada masyarakat di lokasi pengungsian tersebut.

“Tadi, tim Solar Jaya Energy memastikan, air bersih sudah lancar dengan menggunakan energi tenaga surya dan tim yang pertama kali melakukan itu, di daerah terdampak bencana ini,” kata Excel kepada wartawan, Kamis 18 Desember 2025.

Excel yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gapeksindo Sumut, mengatakan bahwa pihaknya turun ingin meringankan beban masyarakat terkena dampak bencana tersebut. Sehingga masyarakat bisa aktivitas dengan menggunakan listrik.

“Kehadiran kita bersama tim, hanya untuk meringankan sedikit beban masyarakat terkena dampak bencana di Aceh Tamiang ini. Sehingga malam hari bisa merasakan lampu dari PLTS ini,” kata Excel.

Excel mengungkapkan ada 5 set PLTS itu, dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang dan kini sudah terpasang di tempat ibadah seperti di Masjid dan Musholla dilengkapi dengan mesin bor air, untuk pasokan air bersih bagi masyarakat.”Sudah 5 set lebih kita pasang PLTS, dan kita langsung pasang,” katanya.

Pada Sabtu 20 Desember 2025, Excel mengatakan bahwa pihaknya akan turun kembali melakukan pemasangan PLTS di RSUD Aceh Tamiang.

“Sabtu ini, 1 titik bang, mimggu depan di RSUD Tamiang kerjasama dengan PII Sumut itu untuk sumber energi sumur bor untuk Air, sama ada tambahan 3 titik dengan yayasan lain,” jelas Excel.

Berkaca dari bencana alam ini, Excel mendorong Pemerintah Indonesia untuk merubah energi saat ini, menjadi energi baru terbarukan seperti PLTS ini. Apa lagi, potensi surya di tanah air ini cukup besar, untuk dijadikan sebagai PLTS.

“Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar menjadi pembelajaran bahwa sudah saatnya diversifikasi energi di Tanah Air. Indonesia itu sangat kaya sinar matahari dan lazimnya dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat,” ungkap Excel.

Excel menjelaskan bahwa strategi penganekaragaman penggunaan berbagai jenis sumber energi (fosil, nuklir, terbarukan seperti surya, angin, air) untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber harus sesegeranya dilakukan.

Hal itu, menurut Excel untuk meningkatkan ketahanan pasokan, menyetabilkan harga dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi dengan menciptakan sistem energi yang lebih tangguh dan terdistribusi. “Eh, dalam solusi kebutuhan listrik dan air di sini, ikut serta juga Kurnia Putra Maduma dan Gagah Perkasa Indonesia,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, warga di daerah terdampak bencana, mengeluhkan masih terbataskan aliran listrik. “Itu hal logis. Karenanya harus ada persiapan. Antisipasi. Namun, bila sudah diversifikasi energi, hampir pasti tidak terjadi kelangkaan seperti itu (lagi),” katanya.

Menurutnya, dengan apa yang di lakukan di Aceh Tamiang, terjadi bahwa PLTS solusi paling relevan dan jawaban. Ia membuka sejumlah proyek besar berbasis PLTS yang dikerjakan Solar Jaya Energy.

“Memang dibutuhkan SDM unggul untuk PLTS tersebut tapi harus tetap dilakukan untuk percepatan. Soal biaya, sangat terjangkau dan relatif lebih rendah. Apalagi instalasinya mudah, efisien dan cepat dalam proses pemasangannya. Energi yang digunakan sangat mudah didapat dan tidak boros,” tutur Excel. (SK02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *