MEDAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Sumatera Utara menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika bangsa akhir-akhir ini, khususnya maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Dalam pernyataannya, DPD Gapeksindo Sumut menegaskan lima poin penting yakni menolak segala bentuk rasisme.
Gapeksindo menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan berdiri atas semangat Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada ruang bagi diskriminasi yang dapat memecah belah persaudaraan bangsa.
Menghormati hak rakyat dalam menyampaikan aspirasi, namun menolak keras aksi kekerasan dan penjarahan karena bertentangan dengan nilai demokrasi dan merugikan masyarakat luas.
Mengimbau seluruh elemen bangsa waspada terhadap disinformasi. Gapeksindo menilai berita bohong dan provokasi hanya akan memperkeruh suasana serta mengaburkan tujuan mulia dari aspirasi rakyat.
Mendorong pemerintah lebih mendengar suara rakyat melalui dialog yang terbuka dan tulus, karena aspirasi masyarakat adalah masukan penting bagi perbaikan kebijakan dan arah pembangunan.
Berkomitmen mendukung pembangunan pro rakyat, menghadirkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, serta memperkuat fondasi bangsa.
Ketua Umum DPD Gapeksindo Sumut, Jimmy Fryson Simbolon, didampingi Sekretaris Umum Steve Excel Aditya Korua dan Bendahara Umum Adinda Rahel L. Tobing, menegaskan bahwa menjaga persatuan, menolak rasisme, menghindari kekerasan, serta melawan disinformasi adalah kunci agar bangsa Indonesia semakin kuat menghadapi tantangan zaman.
“Gapeksindo percaya bahwa dengan menjaga kebersamaan dan mengedepankan pembangunan yang pro rakyat, kita bisa memperkuat fondasi bangsa menuju kesejahteraan,” ujarnya. (SK02)





















Komentar