Medan – Puluhan orang yang mengaku kader militan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Medan menyampaikan pernyataan sikap melalui rekaman audio visual, Kamis (12/9/2025). Mereka meminta Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusir pengkhianat dari partai wong cilik tersebut.
Dalam pernyataannya, Koordinator kelompok tersebut, Benny Simbolon, menegaskan komitmen mereka untuk tegak lurus terhadap setiap keputusan Ketua Umum, baik di tingkat DPD Sumut maupun DPC Medan. “Kami menolak segala manuver yang kontra produktif dengan upaya mulia partai dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai ada pihak-pihak yang melakukan langkah politik menjelang Konferensi Cabang PDI Perjuangan Medan, Oktober 2025, yang dinilai melanggar instruksi Ketua Umum Nomor 44/IN/DPP/IX/2025 tertanggal 2 September 2025. Instruksi itu antara lain melarang kader melakukan manuver yang mengganggu soliditas partai serta persiapan konferensi dan musyawarah.
Benny juga menyinggung adanya kasus yang sempat mencuat di publik dan dinilai mencoreng citra partai. Karena itu, pihaknya meminta Ketua Umum untuk menertibkan kader yang dianggap melanggar AD/ART partai agar marwah PDI Perjuangan tetap terjaga.
“Kami memohon kepada Ibu Ketua Umum untuk membentuk tim dan menurunkannya ke Medan, sehingga kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Medan periode 2025–2030 benar-benar solid dan berbakti kepada partai serta bangsa,” kata Benny.
Dalam rekaman tersebut, massa yang mayoritas berusia muda juga menyerukan semangat perjuangan. “Merdeka… merdeka… merdeka!” teriak mereka. (SK06)




















Komentar