oleh

Gubsu Tegur Direksi Bank Sumut, Target PAD Rp300 Miliar Belum Tercapai

-Peristiwa-164 Dilihat

Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) M. Bobby Afif Nasution menegur jajaran Direksi Bank Sumut terkait belum tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pendapatan Bank Sumut. Hingga menjelang akhir tahun 2025, PAD yang disumbangkan Bank Sumut baru mencapai sekitar Rp285 miliar, dari target Rp300 miliar lebih.

“Jika nantinya target ini tidak tercapai, maka bapak dan ibu tidak akan lagi duduk di depan sini untuk menyampaikan konferensi pers di hadapan wartawan,” tegas Bobby saat konferensi pers bersama Direksi Bank Sumut di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (30/10/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Gubsu didampingi Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansyah Harahap, serta dipandu Kabid Kominfo Porman Mahulae.

Bobby menekankan agar Direksi Bank Sumut lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan layanan serta memperluas basis nasabah, agar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Provinsi Sumut.

“Selama ini Bank Sumut hanya mengandalkan transaksi dari 33 kabupaten/kota yang memang wajib bertransaksi di Bank Sumut, itupun karena ada penekanan. Ke depan, saya minta agar Bank Sumut mampu menggaet pengusaha dan masyarakat luas untuk bertransaksi di sini,” ujarnya.

Kinerja Bank Sumut Masih Tumbuh Positif

Sementara itu, Direktur Bisnis & Syariah PT Bank Sumut, Syafrizalsyah, menyampaikan bahwa di tengah perlambatan ekonomi nasional, Bank Sumut tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Hingga akhir September 2025, total aset Bank Sumut mencapai Rp47 triliun, tumbuh 7,58% (YoY) dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp43,6 triliun.

“Dengan capaian ini, Bank Sumut menegaskan posisinya di peringkat keenam Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kami,” ungkap Syafrizalsyah.

Ia menambahkan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) per September 2025 mencapai Rp38,8 triliun, naik 9,84% YoY dari Rp35,3 triliun. Dari sisi pembiayaan, total kredit dan pembiayaan mencapai Rp32,4 triliun, naik 7,05% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) juga tetap terjaga di bawah 3 persen, yakni sebesar 2,60%.

Laba bersih Bank Sumut hingga September 2025 tercatat Rp539 miliar, tumbuh 3,63% YoY dari Rp520 miliar pada tahun sebelumnya.

Fokus pada Inovasi Digital dan Pelayanan

Direktur Keuangan & TI Bank Sumut, Arieta Aryanti, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil strategi bisnis yang terukur, efisiensi operasional, dan penerapan tata kelola perusahaan yang kuat.

“Pertumbuhan laba yang sehat memperkuat fondasi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bank Sumut terus memperkuat permodalan serta memperluas jaringan layanan perbankan, termasuk melalui aplikasi Sumut Mobile versi terbaru yang menghadirkan fitur digital lebih lengkap dan mudah diakses masyarakat.

Selain itu, Bank Sumut juga berkomitmen mendukung pembiayaan sektor produktif dan program prioritas pemerintah pusat maupun daerah, termasuk pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di sejumlah wilayah seperti Medan, Asahan, dan Tanjungbalai.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Sumut memberikan relaksasi biaya akad dan balik nama bagi debitur program MBR.

Komitmen pada Tata Kelola dan Pembangunan Daerah

Direktur Kepatuhan Bank Sumut, Eksir, menegaskan bahwa pihaknya selalu berpegang pada lima prinsip Good Corporate Governance (GCG), yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kesetaraan.

“Tingkat kesehatan Bank Sumut saat ini cukup baik. Kami berkomitmen untuk terus menjadi pilar keuangan daerah dan mendukung pembangunan ekonomi Sumatera Utara melalui penguatan modal, inovasi digital, serta pelayanan yang berorientasi pada masyarakat,” tutupnya. (SK07)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *