oleh

BBGTK Sumut Sosialisasikan Portal “AKRAB”, Gandeng PWI untuk Perkuat CSR Pendidikan

-Kabar Daerah-71 Dilihat

Medan – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara mendorong optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan dengan meluncurkan inovasi digital bernama Portal Akses Kemitraan Responsif dan Berkelanjutan (AKRAB).

Kabag Umum BBGTK Sumut, Julian Henry Sembiring, menyebut potensi CSR pendidikan di Sumut masih belum tergarap maksimal. Data menunjukkan lebih dari 90 persen perusahaan dengan alokasi CSR pendidikan belum berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, termasuk BBGTK.

“Portal AKRAB dirancang untuk mempertemukan kebutuhan peningkatan kompetensi guru dengan dukungan CSR. Portal ini juga menyediakan sistem monitoring dan evaluasi yang transparan serta akuntabel,” ujarnya dalam Forum Group Discussion (FGD) Sosialisasi Portal AKRAB di Medan, Rabu (10/9/2025).

Portal AKRAB dijadwalkan resmi diluncurkan pada Oktober 2025. BBGTK Sumut menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut sebagai mitra dalam publikasi program. Julian menegaskan, media memiliki peran penting membangun citra publik dan memperluas jejaring komunikasi kemitraan pendidikan.

Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Pemberdayaan Komunitas GTK, Muhammad Ichwan Nasution, menambahkan, selama ini BBGTK baru mampu menjangkau sekitar 26 persen guru dan tenaga kependidikan di Sumut melalui pelatihan. Menurutnya, CSR menjadi solusi penting untuk memperluas cakupan tersebut.

“Media lokal perlu dilibatkan agar informasi peluang CSR pendidikan bisa menjangkau hingga kabupaten/kota,” ucap Ichwan.

Dalam FGD tersebut, Tim Pengembang Portal AKRAB juga mendemonstrasikan fitur registrasi mitra, unggah program, hingga dashboard transparansi yang memungkinkan publik memantau kontribusi CSR secara real time.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Sumut, Sugiatmo, mengapresiasi inisiatif BBGTK. Ia menilai Portal AKRAB merupakan terobosan penting untuk memperkuat transparansi dan kolaborasi.

“PWI siap mendukung melalui liputan, artikel edukasi, dan kampanye publikasi bersama. Yang penting, narasi publik dibuat sederhana agar mudah dipahami oleh guru maupun komunitas pendidikan di daerah,” kata Sugiatmo. (SK07)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *