Medan – Ketua komunitas Anak Medan Cinta Medan, Michael Tigor Huber, mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi menekan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Sumatera Utara.
Menurutnya, upaya pemberantasan harus dimulai dari kesadaran pribadi. “Kalau untuk kepentingan diri sendiri, semuanya dimulai dari diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri, tentu tidak ada keinginan untuk merusak. Narkoba itu pasti merusak,” tegas Michael di Medan, Jumat (27/2).
Ia menyoroti predikat Sumut sebagai “juara narkoba” berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) yang mencatat sekitar 1,5 juta jiwa di daerah ini menjadi korban penyalahgunaan narkoba.
“Ini bencana demografi. Bagaimana Gen-Z bisa menjadi bagian dari Indonesia Emas jika bayang-bayang kekhawatiran dan ketakutan akibat narkoba semakin nyata?” ujar putra aktivis Murni Huber-Tobing tersebut.
Michael juga mengutip penjelasan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, yang menyebutkan bahwa jika asumsi satu gram narkoba dikonsumsi 10 orang, maka total kebutuhan narkoba di Sumut diperkirakan mencapai 1,5 ton per bulan. Nilai tersebut jika dikonversikan setara dengan sekitar Rp1,5 triliun per bulan. “Angka itu hanya untuk perbuatan merusak diri,” katanya.
Ia berharap pendekatan pemutusan permintaan (demand reduction) dilakukan secara tegas dan terukur. “Korban tentu harus direhabilitasi. Namun jika berulang, harus ada penegakan hukum karena sudah menjadi bagian dari mata rantai niaga dan distribusi,” ujarnya.
Michael mencontohkan pada masa kepemimpinan Brigjen Pol Drs Toga Panjaitan di BNNP Sumut, pernah dilakukan kerja sama dengan Perguruan Kristen Immanuel Medan yang diinisiasi Erikson Lombantobing melalui sejumlah kegiatan massal bagi generasi muda, seperti gerak jalan sehat.
“Kegiatan positif untuk mengisi waktu luang Gen-Z dan Gen-A seperti itu harus diperluas dan dilakukan bersama instansi lain,” usulnya.
Terkait rehabilitasi, ia menilai fasilitas yang ada masih jauh dari memadai. Dari sekitar 1,5 juta pengguna, BNNP Sumut hanya memiliki 12 fasilitas rehabilitasi. “Ini tentu sangat kurang,” katanya.
Melalui komunitas Anak Medan Cinta Medan, Michael mengajak generasi muda bergabung dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi Kota Medan. Komunitas tersebut rutin menggelar aksi bersih-bersih di Lapangan Merdeka dan sejumlah titik lainnya di ibu kota Sumatera Utara. (SK06)





















Komentar