oleh

Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Psikiater Ingatkan: Ini Bukan Soal Iman Lemah

-Kesehatan-125 Dilihat

Medan – 10 September diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia. Pada momentum ini, psikiater Dr. dr. Vita Camellia, M.Ked., Sp.KJ (K), mengingatkan masyarakat untuk menghentikan stigma terhadap orang yang memiliki pikiran bunuh diri.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bunuh diri sebagai tanda lemahnya iman. Padahal, orang dengan pikiran bunuh diri sebenarnya sedang mengalami masalah kesehatan mental yang membutuhkan dukungan dan penanganan medis.

“Mereka bukan kurang iman. Mereka sedang mengalami masalah mental yang perlu diobati. Kita harus mengubah narasi agar mereka mau bicara dan cepat mendapat pertolongan,” jelas dr. Vita, yang juga Dosen USU, Rabu (10/9).

Ia menekankan, sering kali orang dengan depresi sudah menunjukkan tanda-tanda awal, seperti berkata “saya pengen mati aja”, “hidup tidak ada artinya lagi”, atau “saya beban, lebih baik mati saja”. Ungkapan seperti ini, menurutnya, tidak boleh disepelekan karena bisa berkembang menjadi tindakan bunuh diri.

“Kalau ada orang di sekitar kita berkata seperti itu, menyendiri, atau murung berkepanjangan, dekati mereka. Beri rasa aman untuk menyampaikan perasaan. Hentikan stigma bahwa mereka lemah. Tunjukkan bahwa masih ada jalan keluar,” ujarnya.

Dr. Vita menjelaskan, risiko bunuh diri meningkat jika seseorang sudah mulai memikirkan metode atau cara untuk mengakhiri hidupnya. Faktor stres kehidupan ditambah penurunan serotonin di otak dapat memperberat kondisi depresi.

“Kalau depresi ringan mungkin bisa pulih dengan dukungan. Tapi kalau sudah depresi sedang hingga berat, apalagi ada keinginan bunuh diri, semakin cepat bertemu profesional, semakin bisa dicegah,” katanya.

Ia menegaskan, pertolongan pertama bisa dilakukan di puskesmas melalui dokter umum. Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke psikolog klinis atau psikiater untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Langsung ke psikiater juga boleh. Yang penting jangan tunggu sampai terlambat,” tutup dr. Vita. (SK03)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *