oleh

Dari Pena Wartawan ke Toga Jaksa: Kisah Perjalanan Yos Arnold Tarigan. SH.MH.M.Ikom

-Uncategorized-75 Dilihat

MADINA – Tak banyak penegak hukum yang pernah merasakan kerasnya kehidupan di lapangan sebagai wartawan kriminal. Salah satunya adalah Yos Arnold Tarigan SH MH MIkom, sosok yang kini dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina).

Sebelum dikenal di balik meja penegakan hukum, Yos justru pernah menghabiskan hari-harinya berlari mengejar berita, menembus garis polisi, dan menulis laporan kejahatan untuk koran di Kota Medan.

Saya sudah suka membaca sejak kecil,” kenangnya. “Dari sana muncul minat menulis, dan akhirnya membawa saya ke dunia jurnalistik.

Lulus dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada 2006, Yos sempat bekerja di kantor pengacara. Dua tahun kemudian, ia menerima tawaran menjadi jurnalis di Harian Medan Bisnis (2008–2009), meliput isu-isu kriminal dan hukum, bidang yang kelak membentuk cara pandangnya terhadap keadilan.

“Jadi wartawan itu memperkaya perspektif. Kita belajar melihat hukum dari sisi kemanusiaan,” ujarnya.

Meniti Jalan Hukum

Tahun 2011, Yos resmi bergabung dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, memulai langkah barunya di bidang Penerangan Hukum. Di tengah kesibukan, ia tetap haus ilmu dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Universitas Sumatera Utara, meraih gelar Magister Hukum pada 2013.

Tahun yang sama, ia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) dan ditempatkan di Kejaksaan Negeri Kabanjahe di Bidang Intelijen. Kariernya terus menanjak:

Kasi Pidsus Kejari Tapanuli Selatan (2018–2020)

Kasi Pidsus Kejari Deliserdang

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumut (2021)

Posisi terakhir itu menjadi ajang pembuktian: kemampuan komunikasinya yang ditempa saat menjadi wartawan kini berpadu dengan ketegasan seorang jaksa.

Kembali ke Akar Pengabdian

Kini, Yos dipercaya menakhodai Kejaksaan Negeri Madina, wilayah dengan dinamika sosial dan hukum yang kompleks. Di tempat baru ini, ia membawa prinsip yang selalu ia pegang sejak dulu:

“Menegakkan hukum bukan hanya soal pasal, tapi juga soal rasa keadilan,” tuturnya dengan nada tenang.

Perjalanan dari ruang redaksi hingga ruang sidang itu menjadi bukti, bahwa integritas, kerja keras, dan kecintaan pada ilmu bisa membawa seseorang menapaki jalan pengabdian yang lebih luas. Dari pena seorang wartawan, kini Yos menulis bab baru dalam lembar penegakan hukum di Sumatera Utara. (SK-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *