Medan – Tokoh dan tenaga ahli telekomunikasi Indonesia, Agussimo Peter Simorangkir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya empat juniornya dalam insiden jatuhnya helikopter di Papua Tengah.
“Bagi saya, mereka adalah pejuang, martir dalam membangun sarana telekomunikasi untuk menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saya sangat kehilangan. Turut berbelasungkawa,” ujar Agussimo di Medan, Senin (15/9/2025).
Empat korban yang gugur adalah Sulfiki Kurniawan, Herwanto, Eko Puja, dan Sudirman. Mereka sedang bertugas melakukan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring Timur di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah. “Daerah tersebut memang labil. Saya mengenang mereka sebagai orang-orang yang tulus mengabdi,” tambahnya.
Helikopter milik Intan Angkasa dengan kode PK-IWS yang disewa PT Palapa Timur Telematika (PTT) dilaporkan hilang kontak pada Rabu (10/9) saat terbang dari Ilaga, Kabupaten Puncak, menuju Timika, Kabupaten Mimika. Kontak terakhir tercatat pukul 10.30 WIT sebelum sinyal terputus.
Keesokan harinya, Kamis (11/9), tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas Timika dengan dukungan TNI AU/Lanud Timika, Kodim Mimika, Polres Mimika, dan pihak Intan Angkasa menemukan helikopter tersebut. Seluruh penumpang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
Jenazah Sulfiki Kurniawan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam Sorido, Biak, Sabtu (13/9). Sementara tiga korban lainnya dimakamkan di tempat berbeda sesuai permintaan keluarga masing-masing.
Agussimo menegaskan, keempat korban adalah garda terdepan dalam pemerataan akses telekomunikasi, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang penuh tantangan. “Apa yang mereka kerjakan tidak mudah. Penuh risiko. Tapi demi kejayaan NKRI, mereka tetap berbuat yang terbaik,” ucapnya.
Pria yang meletakkan dasar pembangunan telepon seluler Indonesia di Batam dan Medan itu berharap semangat pengabdian para pejuang telekomunikasi ini bisa menjadi inspirasi bangsa untuk mewujudkan konektivitas merata di seluruh pelosok negeri. (SK06)




















Komentar